Walau nyolong kau selalu ditolong
Jeruji besi pun megap-megap saat kau suap
Kau rakus seperti tikus
Walau berdasi bak politisi
Tak perlu dicari, kau mudah ditemui
Dengan dandanan paling masa kini
Tikus berani berdasi, tikus berani beraksi
Membiarkan kami pucat pasi
Siapa engkau? Yang sudah berani menggerogoti keadilan?
Engkau, sebuah kesaksian tentang keroposnya tiang zaman
Hukum seakan tak peduli dengan keadilan
Atau keadilan sudah dihanguskan di perapian
Kau tak punya hati, kau tak tahu arti
Terima kasih, telah kau lebihkan luka di hati ini
(Dian Fajarianto, Pemalang, Juli 2010)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar