Jumat, 20 Agustus 2010

Tikus Berdasi

Walau nyolong kau selalu ditolong
Jeruji besi pun megap-megap saat kau suap

Kau rakus seperti tikus
Walau berdasi bak politisi

Tak perlu dicari, kau mudah ditemui
Dengan dandanan paling masa kini

Tikus berani berdasi, tikus berani beraksi
Membiarkan kami pucat pasi

Siapa engkau? Yang sudah berani menggerogoti keadilan?
Engkau, sebuah kesaksian tentang keroposnya tiang zaman

Hukum seakan tak peduli dengan keadilan
Atau keadilan sudah dihanguskan di perapian

Kau tak punya hati, kau tak tahu arti
Terima kasih, telah kau lebihkan luka di hati ini

(Dian Fajarianto, Pemalang, Juli 2010)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar