Ah, asyiknya duduk di bawah matahari
sambil melihat setan menari-nari
di rimbun kata-kata yang belum rapi.
Setan yang tadinya tenang-tenang saja
ternyata ngantuk juga.
Dengan sempoyongan masuk ke dalam sajak-sajak saya
dan bertapa di sana.
"Pergi! Seharusnya kau masuk rumah sakit jiwa!"
Setan itu seenaknya sendiri mengusir saya,
padahal itu kan rumah saya.
Saya melihat setan itu bertapa,
tiba-tiba ia ngeloyor ke sebuah kuburan
yang tak jauh dari sana.
Dengan agak takut saya bertanya,
"Sampean ngelayat siapa?"
"Ngelayat orang gila yang mati di pikiranmu!"
Gila! Sebenarnya siapa yang gila?
Dian Fajarianto,2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar