Jumat, 20 Agustus 2010

Hutan Mati

Kucari kau
di sebuah semak lebat berduri
di sayup suara burung terbatuk-batuk mengutuki hari
di kilau cahya surya yang menyimpan sejuta misteri
tak ada

Kucari lagi
di kamarmu yang penuh nafas bau para pemburu
dulu kau suka main di sini
sebelum rambutmu habis dicukur gergaji

Kemanakah kau?
Kemanakah kau yang selalu menunggu di tepi kali
Kali yang kini sudah pindah ke saluran limbah megaindustri
Yang kulihat cuma mesin produsen polusi
sedang duduk di atas bangkai busuk para kuli

Ah, ketemu juga kau
di sebuah padang rambut yang sakit-sakitan
Kau sedang mati di tetumpukan zaman
yang dikuasai orang-orang edan

Tapi yang pasti
Kebenaran belumlah mati

(Dian F,2010)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar